Lampu penerangan jalan dan barisan pagar pengaman di sepanjang lintasan menandai dimulainya Night Race Dragbike 2026 yang dilaksanakan pukul 22.00 WITA hingga Sabtu (14/3/2026) pukul 03.00 WITA dini hari.
Kegiatan yang digagas Polresta Samarinda tersebut digelar sebagai wadah resmi bagi para pecinta balap motor, khususnya generasi muda untuk menyalurkan bakat mereka di lintasan yang aman dan terorganisir.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, lomba digelar sebagai upaya menekan praktik balap liar yang kerap muncul, terutama selama bulan suci Ramadan. “Kami melihat ada fenomena di Kota Samarinda ini, khususnya di bulan suci Ramadan masih ada generasi muda yang melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat seperti balapan liar kadang dengan ada taruhannya,” kata Hendri kepada Korankaltim.com disela kegiatan malam tadi.
Balap liar tidak hanya membahayakan para pelaku tetapi juga pengguna jalan lainnya karena dilakukan di lokasi yang tidak memiliki standar keselamatan. “Makanya kami dari Polresta Samarinda membuat wadah resmi bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat atau hobinya terkait lomba balap motor. Kita buat dalam bentuk drag race dengan beberapa kelas sesuai kendaraan mereka,” jelasnya.
Polresta Samarinda bekerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Samarinda menggelar even ini agar para pembalap muda yang memiliki potensi dapat terpantau dan dibina lebih lanjut.
“Kalau misalnya mereka juara di sini, nanti bisa dimonitor oleh IMI untuk dilakukan pembinaan sehingga benar-benar bisa menjadi atlet balap motor yang membanggakan Kota Samarinda maupun Kalimantan Timur,” jelas Hendri.
Tahun ini jumlah peserta yang mengikuti Night Race Dragbike mengalami peningkatan. Tercatat sekitar 500 pembalap ambil bagian dalam 12 kelas yang dipertandingkan. “Alhamdulillah meningkat dari tahun kemarin sekitar 400 peserta, sekarang sudah mencapai 500 peserta,” ungkapnya.
Kepolisian juga memastikan faktor keselamatan dan kebersihan menjadi perhatian utama selama kegiatan berlangsung, termasuk pengecekan kondisi jalan hingga pemasangan pagar pembatas bagi penonton.
Ajang tersebut murni untuk olahraga dan tidak boleh dimanfaatkan untuk praktik perjudian. “Saya benar-benar mengimbau, jangan sampai ada praktik perjudian di sini. Kegiatan ini murni untuk sportivitas dan mendukung kegiatan generasi muda,” tegasnya.
Kalau ditemukan adanya praktik taruhan atau perjudian, pihak kepolisian tidak akan segan mengambil tindakan tegas. "Kami sudah sebar anggota opsnal dari Reskrim hingga dari Resnarkoba dan polsek jajaran, jika dari penonton yang menemukan praktik perjudian langsung laporkan ke petugas terdekat. Langsung kami amankan jika kedapatan," tutup Hendri.
Editor: Aspian Nur