Kapolresta Samarinda, Hendri Umar meminta masyarakat untuk menukarkan uang hanya melalui lembaga perbankan resmi. Langkah tersebut dinilai lebih aman karena keaslian uang yang ditukarkan dapat dipastikan.
Menurutnya, penukaran uang di bank resmi memiliki sistem pengawasan yang jelas sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keaslian uang yang diterima.
“Kami dari jajaran kepolisian menyarankan kepada seluruh masyarakat agar menukarkan uang di bank-bank resmi, baik bank pemerintah maupun bank swasta yang ada di Kota Samarinda. Karena kalau kita menukarkan uang di bank resmi, keasliannya tentu lebih terjamin,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Ia menyebut sejumlah bank yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menukarkan uang, di antaranya Bank Indonesia, Bank Kaltimtara, Bank Mandiri, serta Bank Rakyat Indonesia. Melalui lembaga tersebut, proses penukaran uang dinilai lebih terjamin keamanannya.
Selain itu, Hendri juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap praktik penukaran uang yang banyak ditemukan di pinggir jalan. Menurutnya, layanan tersebut berpotensi menimbulkan risiko, termasuk kemungkinan beredarnya upal.
“Memang ada yang membuka jasa penukaran uang di pinggir jalan, namun masyarakat harus tetap berhati-hati. Bisa saja dalam satu bundel uang terdapat uang yang tidak asli,” jelasnya.
Ia menambahkan, kepolisian akan terus melakukan pemantauan guna mencegah potensi peredaran upal, khususnya menjelang Lebaran ketika aktivitas penukaran uang di masyarakat meningkat.
“Kami hanya mengingatkan agar masyarakat menggunakan layanan bank resmi yang jelas keberadaannya dan legalitasnya. Dengan begitu, peredaran uang palsu dapat dicegah dan masyarakat tidak menjadi korban,” pungkasnya.
Editor: Erwin