Apel melibatkan sejumlah instansi yang berkaitan dengan operasional pelabuhan dan keselamatan pelayaran. Melalui kegiatan ini, seluruh pihak memastikan koordinasi dan kesiapan layanan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik menggunakan kapal laut.
Pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda menyatakan berbagai persiapan telah dilakukan sejak jauh hari. Evaluasi terhadap pelaksanaan arus mudik tahun sebelumnya juga menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas pelayanan tahun ini.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala KSOP Samarinda Capt M Ridha menjelaskan, koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar seluruh fasilitas dan layanan pelabuhan dapat berfungsi optimal saat puncak arus mudik.
“Terminal baik yang ekonomi maupun VIP kami bersama Pelindo, juga TNI dan Polri dari jauh-jauh hari sudah mempersiapkan. Kami selalu mengevaluasi kira-kira apa kekurangan tahun lalu,” papar Ridha.
Dari hasil pemantauan terakhir, kesiapan fasilitas terminal penumpang di Pelabuhan Samarinda sudah hampir sepenuhnya rampung. Persiapan tersebut mencakup area pelayanan bagi calon penumpang sebelum keberangkatan kapal. “Alhamdulillah kami melihat sekitar 99 persen itu sudah siap semua, baik di VIP maupun di ekonomi. Termasuk ruangan transit sebelum pengecekan tiket,” jelasnya.
Berbagai fasilitas pendukung juga telah disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang selama menunggu keberangkatan. Di antaranya ruang tunggu berpendingin udara di area VIP, mushola, toilet, hingga ruang kesehatan bagi penumpang yang membutuhkan layanan medis.
Selain fasilitas fisik, sistem pemeriksaan tiket kini juga telah ditingkatkan dengan penggunaan teknologi barcode. Sistem ini diterapkan untuk meminimalkan kesalahan serta memastikan keamanan penumpang yang memasuki area keberangkatan.
“Masuk ke dalam sekarang sudah menggunakan sistem barcode. Jadi pemeriksaan tiket tidak manual lagi. Kalau tidak punya tiket atau tidak sesuai dengan data KTP, jelas tidak bisa masuk,” kata Ridha.
KSOP Samarinda juga telah memetakan potensi lonjakan jumlah penumpang selama periode mudik Lebaran tahun ini. Berdasarkan perkiraan sementara, puncak arus mudik diprediksi terjadi 18 Maret hari Rabu pekan depan.
Meski demikian, pihak pelabuhan menilai kepadatan penumpang masih dapat diurai karena jadwal keberangkatan kapal telah tersedia beberapa hari sebelum puncak arus mudik. “Di tanggal 15, 16 juga ada kapal. Hari Minggu ada, Senin, Selasa, Rabu juga ada yang berangkat. Jadi ini bisa mengurai penumpang karena masyarakat punya pilihan tanggal keberangkatan,” tutup Ridha.