Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara tokoh nasional dan generasi muda terkait masa depan sektor maritim Indonesia.
Aji Mirni Mawarni menyoroti besarnya potensi maritim yang dimiliki Indonesia dan menyebut sekitar 70 persen wilayah Indonesia merupakan lautan, sehingga sektor ini seharusnya menjadi salah satu kekuatan utama dalam pembangunan ekonomi nasional.
Besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk mendorong inovasi dan pengembangan sektor maritim ke depan. “Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas. Ini seharusnya menjadi kekuatan besar bagi sektor maritim kita,” kata Aji.
Generasi muda saat ini tidak hanya dituntut menguasai teknologi, tetapi juga perlu mampu membaca peluang di berbagai sektor strategis, termasuk ekonomi kelautan dan industri maritim.
Gerakan penguatan sektor maritim dapat dimulai dari daerah, termasuk di Kalimantan Timur. Dengan keterlibatan anak muda, berbagai potensi laut diyakini bisa dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Sementara mantan Ketua DPD Maritim Muda Nusantara Kaltim Riduan menyebut kesadaran generasi muda terhadap pentingnya sektor maritim mulai tumbuh. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya minat anak muda untuk terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan isu kelautan.
“Kesadaran ini perlu terus kita dorong agar potensi laut Indonesia bisa dimanfaatkan secara optimal oleh generasi muda,” paparnya.
Kegiatan silaturahmi tersebut juga menjadi momen penyerahan estafet kepemimpinan organisasi. Masa jabatan Riduan sebagai Ketua DPD MMN Kaltim resmi berakhir dan dilanjutkan oleh Syahril Saili yang diharapkan mampu memperluas gerakan organisasi di berbagai wilayah Kalimantan Timur.
Editor: Aspian Nur