Kenaikan tersebut diperkirakan berada di kisaran 5 hingga 10 persen dari total pergerakan masyarakat pada periode yang sama tahun 2025.
Sekretaris Dispar Provinsi Kaltim, Baihaqi, menyampaikan jika prediksi tersebut terealisasi, maka jumlah pergerakan masyarakat diperkirakan mencapai sekitar 470 ribu hingga 528 ribu orang. Angka tersebut mengacu pada data mobilitas masyarakat pada periode libur sebelumnya.
“Pergerakan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aktivitas wisata, tetapi juga perjalanan masyarakat yang memanfaatkan momen libur Lebaran untuk berkunjung ke berbagai daerah,” ujar Baihaqi, Kamis (12/3/2026).
Melihat potensi peningkatan itu, pemerintah daerah mulai menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya dengan memastikan fasilitas dan infrastruktur di destinasi wisata dalam kondisi siap untuk menerima lonjakan pengunjung.
“Pemerintah perlu memastikan kesiapan fasilitas serta infrastruktur di lokasi wisata agar mampu menampung peningkatan kunjungan masyarakat selama libur Lebaran,” ucapnya.
Selain itu, koordinasi juga terus dilakukan dengan berbagai pihak terkait guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat menuju destinasi wisata di berbagai daerah di Kaltim.
Baihaqi juga menjelaskan, ada beberapa faktor yang diperkirakan mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisata selama periode libur Lebaran tahun ini. Salah satunya adalah daya tarik kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang masih menjadi magnet bagi wisatawan.
“Keberadaan IKN pastinya masih membuat banyak masyarakat tertarik untuk datang ke wilayah Kalimantan Timur, baik untuk sekadar melihat perkembangan kawasan tersebut maupun sekaligus berwisata di sekitarnya,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga berencana membuka secara fungsional jalan tol Balikpapan menuju kawasan IKN. Pembukaan akses tersebut diperkirakan akan semakin mempermudah mobilitas masyarakat menuju wilayah tersebut.
Editor: Erwin