Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Samarinda serta Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Samarinda.
Event balap motor yang digelar pada malam hari itu dijadwalkan berlangsung pada 13–14 Maret 2026. Ajang tersebut diharapkan menjadi sarana bagi para penggemar balap motor untuk menyalurkan minat dan bakat mereka secara aman, sekaligus mengurangi aksi balapan liar di jalan raya.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengatakan pihak kepolisian masih kerap menemukan aktivitas balap liar di sejumlah wilayah Kota Samarinda meskipun patroli rutin terus dilakukan.
“Balap liar memang masih sering terjadi. Hampir setiap malam kami melakukan patroli dan masih menemukan aktivitas tersebut di beberapa lokasi,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, beberapa kawasan yang kerap dijadikan lokasi balap liar antara lain berada di wilayah Sungai Pinang, Samarinda Ulu hingga Samarinda Seberang. Untuk mencegah gangguan ketertiban, aparat kepolisian terus melakukan pengawasan dan pembubaran apabila menemukan aktivitas tersebut.
Hendri menjelaskan, para pelaku balap liar yang tertangkap biasanya akan diamankan untuk didata serta diberikan pembinaan. Polisi juga memanggil orang tua mereka agar datang ke kantor untuk menjemput sekaligus membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.
“Kami amankan terlebih dahulu, kemudian orang tuanya kami panggil dengan membawa identitas seperti KTP dan kartu keluarga. Setelah itu dibuatkan surat pernyataan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian besar pelaku balap liar masih berusia remaja sehingga pendekatan pembinaan dinilai lebih efektif.
Melalui penyelenggaraan Night Race Drag Bike, Polresta Samarinda berharap para pecinta balap motor memiliki ruang yang lebih aman dan legal untuk berkompetisi.
“Harapannya kegiatan ini bisa menjadi alternatif positif sehingga mereka tidak lagi melakukan balapan liar di jalan raya,” pungkasnya.
Editor: Erwin