Peristiwa yang terjadi pada Minggu (8/3/2026) malam itu sempat memicu kekhawatiran masyarakat terkait kondisi jembatan yang menjadi salah satu jalur penghubung utama di Kota Tepian.
Menanggapi kejadian tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda memastikan insiden itu tidak menimbulkan kerusakan fatal pada struktur utama jembatan.
Kabid Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Samarinda, Capt M Ridha, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima informasi mengenai dugaan kapal menabrak jembatan. “Setelah saya mendapatkan informasi terkait isu bahwa Jembatan Mahakam ditabrak kapal, saya langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan BUP, Pelindo termasuk pandu kapal untuk memastikan kejadian yang sebenarnya,” ujar Ridha, Rabu (11/3/2026).
Dari hasil konfirmasi awal, kapal yang melintas diketahui tidak menabrak pilar utama jembatan, melainkan hanya menyenggol bagian fender yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. “Ternyata nakhoda dan pandu menginformasikan bahwa yang disenggol itu adalah tiang vender yang sedang dibangun. Kapal tersebut bermuatan CPO,” jelasnya.
Meski tidak menimbulkan dampak fatal, KSOP tetap akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan kondisi vender setelah benturan tersebut.
“Alhamdulillah dari kejadian tadi malam tidak ada insiden yang fatal. Namun kami akan berkoordinasi dengan PUPR dan konsultan yang menangani perbaikan vender untuk memastikan apakah benturan itu berpotensi menimbulkan dampak ke depan atau tidak,” sebut Ridha.
Saat ini KSOP Samarinda juga tengah melakukan investigasi awal dengan memanggil nakhoda kapal dan pandu yang bertugas saat kejadian untuk memastikan penyebab insiden, termasuk kemungkinan faktor cuaca yang saat itu dilaporkan sedang hujan dan gerimis.
Editor: Aspian Nur