Dinkes Kaltim Catat 126 Kasus Campak Sepanjang 2026
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim mencatat sebanyak 126 kasus campak terjadi di wilayah Kaltim sejak Januari hingga Maret 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltim, Fitnawati, menyampaikan kasus tersebut tersebar di 10 kabupaten dan kota, dengan sebagian besar penderita merupakan bayi dan balita. Sebagian pasien kini telah dinyatakan sembuh, setelah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan.
“Dari Januari sampai sekarang ada 126 kasus yang tersebar di 10 kabupaten dan kota. Alhamdulillah sebagian besar sudah sembuh karena sudah mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Fitnawati, Selasa (10/3/2026).
Lanjutnya, gejala campak umumnya diawali dengan demam tinggi yang kemudian diikuti munculnya bercak merah pada kulit. Kondisi ini banyak terjadi pada balita, terutama yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap.
Menurut Fitnawati, tren kasus campak di Kaltim tahun ini mengalami sedikit peningkatan. Namun, kenaikan tersebut tidak terlalu signifikan dan masih dalam tahap terkendali.
“Secara nasional memang ada peningkatan kasus campak, dan di Kaltim juga ada sedikit kenaikan, tetapi tidak terlalu signifikan,” ucapnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kaltim telah melakukan berbagai upaya pencegahan, mulai dari sosialisasi berjenjang kepada puskesmas hingga rumah sakit, hingga penyebaran informasi melalui kader kesehatan di masyarakat.
Selain itu, surat edaran juga telah diterbitkan guna meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit tersebut.
Fitnawati juga menuturkan, Dinkes Kaltim berencana akan menggelar sosialisasi secara daring kepada kader kesehatan dan masyarakat untuk memperkuat pemahaman, mengenai pencegahan serta penanganan dini kasus campak.
“Kalau penemuan kasus dilakukan sejak dini, maka penanganannya akan lebih cepat dan efektif,” katanya.
Fitnawati menambahkan, hingga saat ini belum ada kejadian luar biasa (KLB) campak di Kaltim. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menjaga daya tahan tubuh anak serta memastikan mereka mendapatkan imunisasi lengkap.
Editor: Erwin










