Kapal-kapal tersebut melayani perjalanan masyarakat menuju wilayah hulu Sungai Mahakam, seperti Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu).
Kesiapan armada ini diharapkan dapat membantu kelancaran mobilitas warga sekaligus menjaga distribusi kebutuhan pokok ke daerah pedalaman.
Kepala Dermaga Mahakam Ulu Samarinda, Fadlin, mengatakan aktivitas di dermaga mulai menunjukkan peningkatan meskipun lebaran masih sekitar dua pekan lagi. Peningkatan tersebut terlihat dari bertambahnya jumlah penumpang dan pengiriman barang menuju wilayah hulu.
“Pergerakan penumpang dan barang sudah mulai meningkat. Biasanya puncak arus mudik terjadi sekitar tujuh hari sebelum lebaran,” ujar Fadlin, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, aktivitas pengiriman barang didominasi oleh para pedagang yang mulai menambah stok kebutuhan pokok menjelang hari raya. Langkah ini dilakukan lebih awal untuk mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat sekaligus mencegah potensi kelangkaan barang di daerah tujuan.
Dalam empat hari terakhir, pengelola dermaga mencatat sebanyak 506 penumpang telah diberangkatkan menuju sejumlah wilayah di hulu Sungai Mahakam. Selain itu, sekitar 167 ton logistik juga diangkut menggunakan kapal-kapal tersebut.
“Rata-rata setiap hari ada dua kapal yang berangkat membawa penumpang dan logistik ke wilayah hulu,” jelasnya.
KM Akbar Amanda 01 turut diberangkatkan dengan membawa sekitar 100 penumpang dan sekitar 80 ton barang menuju Melak di Kabupaten Kutai Barat serta Long Bagun di Kabupaten Mahakam Ulu.
Fadlin memastikan seluruh kapal tetap beroperasi sesuai standar keselamatan pelayaran.
Sementara itu, Anas, penumpang tujuan Melak, mengaku lebih memilih menggunakan kapal karena perjalanan terasa lebih nyaman dibandingkan transportasi darat. “Di kapal perjalanan lebih santai dan tidak terlalu melelahkan,” tutupnya.
Editor: Erwin