Pemerintah Kota Samarinda masih membahas langkah teknis serta skema pembiayaan untuk merealisasikan perbaikan tersebut.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai instansi yang menangani pembangunan fisik pasar bersama Dinas Perdagangan selaku pengelola pasar masih melakukan koordinasi.
Pembahasan tersebut difokuskan pada metode penanganan yang dinilai paling efektif untuk mengurangi masuknya air hujan ke dalam area bangunan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Pasar Pagi, Hendra Irawan, mengatakan rancangan teknis penanganan tempias sebenarnya sudah disiapkan. Namun, pelaksanaan di lapangan masih menunggu hasil pembahasan lebih lanjut dengan sejumlah perangkat daerah terkait.
“Konsep desainnya sudah kami siapkan dan juga sudah kami komunikasikan dengan Dinas Perdagangan serta instansi lain. Nantinya akan dibuat beberapa mock up di lokasi agar sistemnya bisa dicoba langsung oleh pedagang,” ujar Hendra, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan konsep yang dirancang menggunakan sistem penutup dengan mekanisme geser atau sliding. Sistem tersebut dirancang fleksibel sehingga dapat dibuka dan ditutup sesuai kondisi cuaca di area pasar.
Menurutnya, ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, penutup dapat digeser untuk mencegah air hujan masuk akibat tempias. Sebaliknya saat cuaca cerah, penutup dapat dibuka kembali agar sirkulasi udara di dalam bangunan tetap terjaga.
“Dengan mekanisme itu, pedagang juga bisa ikut mengoperasikan penutupnya sehingga tidak selalu bergantung pada pengelola pasar,” jelasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini kebutuhan anggaran untuk perbaikan tersebut belum dihitung secara rinci karena fokus masih pada penyempurnaan desain.
“Karena serah terima dilakukan awal November, berarti saat ini bangunannya masih dalam periode pemeliharaan,” pungkasnya.
Editor: Erwin