Koordinator Terminal Sungai Kunjang Samarinda, Eko Novianto mengatakan, armada tersebut merupakan bus yang masih aktif beroperasi, termasuk sejumlah unit cadangan yang disiapkan apabila terjadi lonjakan penumpang pada puncak arus mudik.
“Kami menyiapkan sekitar 70 bus produktif untuk melayani penumpang. Armada cadangan juga disiapkan agar operasional tetap berjalan lancar saat puncak mudik nanti,” ujar Eko kepada Korankaltim.com Jumat (6/3/2026).
Hingga awal Ramadan ini aktivitas penumpang di terminal masih terbilang normal. Lonjakan jumlah penumpang diperkirakan baru akan terlihat mendekati perayaan Idulfitri.
“Biasanya peningkatan penumpang baru terasa sekitar tujuh hari sebelum Lebaran. Saat ini aktivitas di terminal masih dalam kondisi biasa,” papar Eko.
Dalam kondisi normal, jumlah bus yang berangkat dari terminal setiap hari berkisar antara 20 hingga 30 unit. Sementara itu, bus yang tiba di terminal tipe B tersebut rata-rata mencapai 20 hingga 25 unit per hari.
Rute Samarinda menuju Balikpapan masih menjadi tujuan yang paling banyak diminati penumpang. Selain itu, terminal juga melayani perjalanan ke sejumlah daerah lain seperti Kota Bangun, Melak, Kembang Janggut, Bongan, Samboja, Lempake, Bontang, Berau, Tenggarong hingga Kabupaten Paser.
Terminal Sungai Kunjang mulai beroperasi sejak pukul 05.00 WITA hingga 20.00 WITA. Waktu keberangkatan paling ramai biasanya terjadi pada pagi hari, terutama sekitar pukul 06.30 WITA hingga 07.00 WITA.
Selain menyiapkan armada, pihak terminal juga akan melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check bersama kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Jasa Raharja guna memastikan keselamatan penumpang selama perjalanan mudik.
Editor: Aspian Nur