Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, melalui Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo, mengatakan jalur penghubung antarkota menjadi fokus utama pengawasan. Peningkatan volume kendaraan diperkirakan terjadi di sejumlah akses strategis, terutama pada jalur poros menuju luar daerah.
“Beberapa jalur utama seperti kawasan Bandara APT Pranoto atau poros Samarinda–Bontang menjadi perhatian khusus karena merupakan akses vital kendaraan dari dan menuju luar kota,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Selain jalur tersebut, kepadatan arus juga diprediksi terjadi di sejumlah ruas dalam kota seperti Jalan PM Noor, Juanda, dan Antasari. Akses menuju Balikpapan dan Kutai Kartanegara pun diperkirakan mengalami lonjakan kendaraan saat puncak mudik.
Kompol La Ode menegaskan kecelakaan lalu lintas biasanya dipicu oleh berbagai faktor. Kondisi jalan berlubang, kendaraan yang tidak laik jalan seperti rem blong, hingga kelalaian pengemudi menjadi penyebab utama insiden di jalan raya.
“Tidak hanya soal kelalaian pengemudi, tetapi juga kondisi jalan yang berlubang, kendaraan yang kurang layak jalan seperti rem blong, hingga faktor kelelahan atau mengantuk saat berkendara,” jelasnya.
Untuk mendukung pengamanan, Polresta Samarinda akan menggelar Operasi Ketupat mulai H-7 hingga H+7 lebaran dengan menempatkan personel di pos terpadu, pos pelayanan, dan pos pengamanan.
“Pastikan surat-surat lengkap, lakukan servis menyeluruh terutama pada ban dan mesin, serta jangan memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah,” pungkasnya.
Editor: Erwin