Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli (KBPP) KSOP Samarinda, Yuliansyah, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut dipicu gangguan mesin pada kapal jenis Single Propeller Oil Barge (SPOB) yang saat itu dalam kondisi tanpa muatan.
“Mesinnya mati saat melintas sehingga kapal terbawa arus. Untuk menghindari hanyut lebih jauh, kru mengambil keputusan menempelkan badan kapal ke tiang jembatan. Itu langkah pengamanan, bukan menabrak,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Ia memastikan tim gabungan bersama pihak Pelindo telah mengecek bagian pondasi atau pile cap jembatan. Hasilnya, tidak ditemukan kerusakan maupun bekas gesekan pada struktur.
“Sudah kami pastikan, tidak ada goresan atau kerusakan. Kondisi jembatan aman,” tegas Yuliansyah.
Di sisi lain, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyampaikan kepolisian tetap mendalami kejadian tersebut guna memastikan kronologi secara menyeluruh. Sejumlah nakhoda kapal yang berada di lokasi telah dimintai keterangan.
“Kami periksa para saksi, termasuk nakhoda dua kapal. Prosesnya masih berjalan untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau hanya faktor teknis,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Kaltim terkait aspek teknis pemeliharaan jembatan. Polisi juga menelusuri kemungkinan kapal sempat menyentuh fender pelindung sebelum situasi terkendali.
Editor: Erwin