Kondisi ini sempat memicu terjadinya genangan dibelasan titik yang tersebar di wilayah Samarinda.
Hingga pukul 14.30 WITA, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda melalui Pusdalops mencatat perkembangan signifikan di 19 titik terdampak.
Sejumlah kawasan utama kini dilaporkan telah surut sepenuhnya, meliputi jalurJembatan Flyover sisi Juanda dan arah Kadrie Oening, Simpang Air Putih, Jalan Pemuda 2, Simpang Lembuswana, Simpang Mugirejo, Simpang Alaya, hingga Simpang 3 Kebun Agung dan Jalan APT Pranoto.
Meski demikian, petugas melaporkan genangan air masih bertahan d beberapa lokasi, seperti Simpang Jalan Pramuka-Perjuangan, Simpang Damanhuri di depan Gang Ogok, serta Simpang Ringroad Suryanata tepat di depan Toko Eramart.
Kondisi serupa juga terpantau di Jalan Mayor Jenderal Sutoyo (Remaja), Simpang Siradj Salman arah Antasari, Jalan Brigjen Katamso, kawasan pemukiman di Jalan Sejati Gang Delima Selili, Perumahan Rapak Binuang di Jalan PM Noor, serta Jalan Padat Karya Bengkuring.
Sementara itu, untuk Simpang Sempaja, ketinggian air dilaporkan sudah mulai berangsur surut.
Operator Pusdalops PB Dicky Anugrah Permana menyampaikan, tinggi muka air rata-rata berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter. Meskipun terdapat genangan, situasi secara umum terkendali tanpa adanya laporan kerusakan fasilitas umum maupun bencana susulan.
“Ketinggian air rata-rata 10 sampai 30 sentimeter. Fasum terdampak nihil, pohon tumbang nihil, tanah longsor nihil,” jelas Dicky.
Diketahui, tim di lapangan sejak awal terus bersiaga dan memaksimalkan penggunaan pompa penyedot air guna mempercepat proses penyusutan genangan.
BPBD mengimbau masyarakat yang beraktivitas di akhir pekan ini agar tetap waspada dan mencari jalur alternatif.
Hal tersebut penting dilakukan guna menghindari kepadatan lalu lintas serta risiko kerusakan mesin kendaraan akibat menerobos genangan.
"Kami imbau masyarakat untuk berhati-hati," ucap Dicky.
Editor: Aspian Nur