Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional sekaligus Korwil SPPG Samarinda, Hariyono, memastikan pelaksanaan program MBG di Samarinda berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Pengawasan dilakukan di setiap tahapan, mulai dari tingkat kematangan masakan, pengendalian suhu, hingga sanitasi peralatan kerja.
“Jangan sampai SOP terlewat sedikit pun. Kalau SOP berjalan Insyaallah aman, mulai dari kualitas bahan baku, proses pengolahan, distribusi, sampai diterima di sekolah,” tegas Hariyono.
Saat ini, setiap unit SPPG telah dilengkapi alat pengukur suhu seperti termometer dan diwajibkan melakukan sterilisasi peralatan setiap hari. Pengawasan ini juga melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait demi memastikan konsistensi prosedur.
Hariyono menekankan titik kritis keamanan pangan terletak pada pengaturan suhu yang tepat. “Karena itu suhu bahan baku dan makanan jadi harus dipantau betul-betul di masing-masing SPPG,” tambahnya.
Terkait risiko gangguan kesehatan, ia menjelaskan kasus keracunan pangan memiliki rantai penyebab yang kompleks sehingga tidak dapat disimpulkan secara instan tanpa pemeriksaan menyeluruh.
Sebagai langkah mitigasi, hampir seluruh personel SPPG di Samarinda telah mengikuti pelatihan penjamah makanan serta penyuluhan keamanan pangan secara rutin.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda turut mendampingi secara aktif, baik dalam aspek pelatihan maupun monitoring tenaga penjamah makanan.
“Bisa dari bahan baku, proses produksi, pemorsian, hingga pengantaran. Karena itu harus dilihat dari sampel dan diuji terlebih dahulu,” pungkasnya.
Editor: Erwin