Umat Khonghucu dan masyarakat Tionghoa memadati kelenteng untuk beribadah serta bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat.
Biokong Kelenteng Tien Gie Khong, Yosef, menjelaskan Imlek memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan perayaan tahun baru agama lain. Menurutnya, perayaan Imlek umumnya dilakukan secara pribadi di rumah masing-masing, namun ada pula yang datang ke kelenteng untuk beribadah bersama.
“Kalau agama lain kan tahun barunya umum. Kalau Cina ini kan tahun barunya sendiri, Imlek. Acaranya pribadi di rumah masing-masing. Ada juga yang ke kelenteng untuk menerima saudara dan kerabat bersalam-salaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, rangkaian ibadah biasanya diawali dengan ibadah umum yang dipimpin pemuka agama. Setelah itu, umat melanjutkan sembahyang secara pribadi.
“Kalau ibadah umum ada ketuanya yang memimpin. Setelah itu baru pribadi-pribadi sembahyang biasa,” jelasnya.
Di momen Imlek tahun ini, Yosef berharap seluruh masyarakat diberikan kebahagiaan dan kemajuan.
“Semoga semuanya berbahagia dan semakin baik ke depannya. Untuk Kota Samarinda, semoga lebih maju setiap tahunnya,” harapnya.
Sementara itu, salah seorang jemaat, Agustin, yang baru pertama kali merayakan Imlek di Samarinda, juga menyampaikan doa serupa. “Semoga kita diberi kebahagiaan, kesehatan, dimudahkan rezekinya,” tuturnya.
Ia pun berharap Samarinda semakin berkembang. “Semoga kotanya semakin maju dan kita dapatkan yang lebih baik lagi,” pungkasnya.
Editor: Erwin