Informasi yang dihimpun Korankaltim.com di lokasi kejadian, peristiwa itu melibatkan truk bernomor polisi B 9854 PFU dan sepeda motor KT 4871 BBA yang mana kedua kendaraan diketahui sama-sama melaju dari arah jembatan layang atau fly over menuju Jalan Pangeran Antasari sebelum akhirnya terjadi senggolan yang berujung fatal.
Siti Maimunah, saksi di lokasi menjelaskan, sebelum kejadian arus lalu lintas dalam kondisi relatif padat namun kendaraan berjalan pelan. Motor diduga berusaha mendahului dari sisi kiri saat truk juga mengambil lajur yang sama.
“Jalanannya pelan-pelan. Motor itu sejajar dengan kendaraan lain, diduga mau mendahului dari sisi kiri, tapi truk juga ambil sisi kiri dan akhirnya senggolan,” kata Siti.
Benturan pertama terjadi di bagian samping truk sebelum pengendara motor dan penumpangnya yang belakangan diketahui ibu dan anak terjatuh dan terlindas.
“Pengendara motor terhantam pinggiran truk dulu, baru jatuh dan terlindas. Semua orang di sini kaget melihat kejadiannya,” paparnya.
Sang ibu ditemukan dalam posisi tertelungkup di badan jalan. “Saya lihat ibunya sudah meninggal di situ, posisinya tertelungkup. Anaknya juga terkapar. Anaknya sudah remaja,” ungkap Siti.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Satlantas Polresta Samarinda masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Editor: Aspian Nur