Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pelayanan kesehatan dan kebutuhan kemanusiaan warga Buton di Kota Tepian yang selama ini belum memiliki fasilitas ambulans sendiri.
Ketua Yayasan Insan Nusantara Malanga Mahfudzun Bone menjelaskan, proses pengadaan ambulans dimulai sejak September 2025.
Saat itu yayasan memperoleh informasi dari Alif Ndasi selalu Sekretaris PKB Kaltim terkait adanya program bantuan dari PLN.
“Berdasarkan juknis yang ada, kami segera mengajukan proposal pengadaan mobil ambulans karena hingga saat ini warga Buton di Samarinda belum memiliki fasilitas ambulans sendiri,” jelas Mahfudzun kepada Korankaltim.com disela kegiatan.
Pada November 2025, tim dari PT PLN (Persero) UP3 Samarinda melakukan verifikasi lapangan dan menyatakan proposal tersebut layak.
Selanjutnya, usulan diajukan ke tingkat pusat dan mendapat persetujuan. Anggaran pun direalisasikan pada Desember 2025.
Sejak Desember hingga Februari 2026, yayasan melakukan berbagai persiapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat hingga rapat teknis pengurus terkait operasional ambulans.
“Penyerahan ini merupakan puncak dari proses yang kami lakukan, yaitu serah terima resmi dari PLN kepada Yayasan Insan Nusantara Malanga,” kata Mahfudzun lagi.
Atas nama pengurus dan warga Buton di Samarinda Mahfudzun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PLN atas dukungan yang diberikan.
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin yang merasa bangga dan bersyukur dapat menghadirkan bantuan yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.
“Saya atas nama pribadi dan sebagai Anggota DPR RI Komisi XII merasa bangga, bahagia dan bersyukur karena dapat menghadirkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Kaltim, khususnya Kota Samarinda, dan lebih khusus lagi bagi masyarakat Buton di Samarinda,” ujarnya.
Bantuan ambulans ini merupakan bagian dari kontribusi dan ikhtiar sebagai wakil rakyat, terlebih Komisi XII DPR RI bermitra dengan PLN.
Pada tahun 2023, sebelum Pemilu, dirinya pernah menyerahkan satu unit ambulans menggunakan dana pribadi untuk warga Buton di wilayah Jalan Delima/Anggur.
Saat itu warga telah membeli lahan pemakaman seluas kurang lebih dua hektare yang berjarak sekitar 15 kilometer dari permukiman sehingga mengalami kesulitan mobilisasi jenazah dan harus meminjam kendaraan. “Akhirnya saya memutuskan untuk membantu,” ucap Syafruddin.
General Manager PT PLN (Persero) UID Kaltim-Kaltara M Chaliq Fadli menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni penyerahan bantuan.
“Ini merupakan wujud komitmen kami untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung program kesehatan dan kemanusiaan bagi masyarakat Buton di Samarinda,” kata Chaliq.
Sebagai perusahaan energi, PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial melalui program TJSL untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Kami berupaya memastikan keberadaan PLN membawa dampak luas dan berkelanjutan. Kami berharap ambulans ini dapat membantu pelayanan kesehatan serta memperkuat respons kemanusiaan di lingkungan masyarakat,” sebutnya.
Pertumbuhan energi dan pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kepedulian terhadap aspek kemanusiaan dan kolaborasi antara dunia usaha, yayasan, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi konkret.
Chaliq mengapresiasi dedikasi Yayasan Insan Nusantara Malanga dalam melayani masyarakat dan berharap bantuan tersebut semakin memperkuat pelayanan yang profesional, responsif dan penuh empati.
Editor: Aspian Nur