Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menyatakan kasus pencurian kabel Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), baut jembatan, hingga dugaan penjualan helm hasil curian menjadi perhatian serius jajarannya.
“Ya, itu tetap jadi atensi kita. Kemarin kita sudah mengamankan dua orang bersama-sama terkait pencurian kabel LPJU. Kami sudah ingatkan kepada seluruh jajaran untuk meningkatkan pengawasan,” ujar Hendri Umar, Jum'at (13/2/2026).
Ia menjelaskan, langkah pencegahan dilakukan dengan meningkatkan intensitas patroli serta memaksimalkan fungsi penegakan hukum. Praktik pencurian kabel disebut terjadi di sejumlah titik di Kota Samarinda dan berdampak pada terganggunya fasilitas penerangan jalan bagi masyarakat.
“Persentase patroli kita tingkatkan. Dari fungsi penegakan hukum juga kita maksimalkan untuk melakukan penindakan secara tegas apabila ditemukan praktik pencurian kabel di seluruh wilayah kota,” tegasnya.
Selain kabel LPJU, kepolisian juga menyoroti hilangnya baut di beberapa jembatan. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena dapat mengancam keselamatan pengguna jalan.
“Baut jembatan yang hilang ini juga menjadi perhatian. Akan kita upayakan semaksimal mungkin apabila ada pencurian baut di beberapa jembatan. Ini meresahkan dan berbahaya,” katanya.
Terkait dugaan penjualan helm hasil curian, Kapolresta mengaku telah memerintahkan Kasat Reskrim untuk bertindak tegas.
“Itu sudah saya tugaskan. Kami pastikan setiap laporan yang masuk akan kami tindak lanjuti sebagai bagian dari komitmen menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Samarinda,” pungkasnya.
Editor: Erwin