Surat imbauan bernomor 500.11.30.2/0396/DISHUB/PELAYARAN-ASDP/2026 tersebut ditujukan kepada Dishub Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Mahakam Ulu, serta para operator kapal yang melayani angkutan sungai.
Sebelumnya diketahui kapal motor (KM) Dahliya F3 dengan trayek Samarinda-Long Bagun yang tenggelam di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, diduga dikarenakan ketidakmampuan kapal menahan beban muatan.
Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kaltim Ahmad Maslihuddin menyampaikan, mereka sudah menerima laporan dari berbagai unsur, termasuk KSOP dan Polairud setelah kejadian. Laporan tersebut yang telah dirangkum kata dia juga sudah disampaikan kepada Kepala Dinas untuk ditindaklanjuti.
“Untuk penanganan di lapangan dilakukan oleh pemerintah kabupaten setempat, karena lokasi kejadian berada di wilayah Kutai Kartanegara. Kita dari provinsi fokus pada koordinasi, pemantauan, serta penguatan imbauan keselamatan,” ujar Maslihuddin Jumat (13/2/2026).
Saat ditanyakan terkait adanya penumpang yang tidak masuk dalam data manifest, Maslihuddin mengungkapkan berdasarkan data awal dari Samarinda mencatat 36 penumpang. Namun, menurutnya kapal biasanya akan singgah di beberapa dermaga untuk membawa penumpang. "Sehingga dimungkinkan adanya penambahan penumpang yang belum tercatat ulang dalam manifest," ucapnya.
Secara teknis dan administratif, kapal tersebut telah memenuhi persyaratan keselamatan dan dokumennya juga masih berlaku. Meski demikian, kata dia dari pantauan visual sejumlah video di media sosial, terlihat adanya indikasi muatan mendekati batas aman. "Ini masih bersifat dugaan awal dan menunggu hasil penanganan serta pemeriksaan pihak berwenang," sebut Muslihuddin.
Sebagai langkah pencegahan Dishub Kaltim telah menyampaikan imbauan kepada seluruh daerah di sepanjang Sungai Mahakam agar lebih ketat lagi dalam mengawasi kepatuhan kapal terhadap batas muatan. Ke depan, pihaknya juga berencana mendorong pemasangan baliho atau papan visual di dermaga yang menggambarkan kondisi kapal dengan muatan normal dan berlebih.
“Sebab keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Jangan mengambil risiko dengan memaksakan muatan berlebih,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur