Guna mencegah kejadian serupa, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kini memperketat pengawasan dan standarisasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wali Kota Samarinda, Andi Harun tidak menampik bahwa pengelolaan program ini merupakan tantangan besar karena melibatkan produksi skala masif. Apalagi, satu dapur SPPG harus melayani kebutuhan hingga ribuan porsi setiap harinya.
“Sebagai kegiatan baru pasti tidak bisa kita hindari bahwa ada satu dua tempat yang kemungkinan mengalami keadaan yang seperti terjadi di daerah lain,” ungkap Andi Harun usai meresmikan dapur SPPG Bhayangkari Polresta Samarinda pada Jumat (13/2/2026).
Menyikapi risiko tersebut, Pemkot Samarinda telah menugaskan Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda untuk memantau ketat aspek medis dan keamanan pangan.
Meski demikian, keterlibatan mitra pengusaha dan masyarakat dinilai sangat penting dalam menjaga standar material, kualitas peralatan, hingga higienitas dapur.
“Kalaupun tidak bisa menghindarkan tapi kita bisa memitigasi kejadian di daerah lain, karena kita tahu dan bisa belajar dari sana,” terangnya.
Secara khusus, orang nomor satu di Samarinda ini meminta agar seluruh pihak yang terlibat konsisten menjaga kualitas makanan yang didistribusikan kepada para siswa. Ia menekankan agar Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) ditaati tanpa celah.
“Baik itu dari segi standar pelayanannya, gizinya, bahan bakunya, termasuk pengiriman dan limbahnya, itu semua penting untuk ditaati dan sesuai prosedurnya,” tegas Andi Harun.
Langkah preventif ini diharapkan menjadi benteng utama agar kesehatan anak-anak sekolah tetap terjamin selama program berjalan.
“Jangan sampai terdapat masalah di kemudian hari yang tidak kita inginkan bersama, seperti salah satunya keracunan makanan,” imbuhnya.
Di sisi lain, Andi Harun juga menaruh harapan besar pada operasional Dapur SPPG Bhayangkari Polresta Samarinda. Ia meminta pengelola agar turut memberdayakan masyarakat sekitar guna meningkatkan ekonomi lokal melalui rantai pasok program ini.
“Dapur SPPG menyiapkan makanan sehat bergizi bagi anak-anak sekolah, termasuk ibu hamil dan balita, maka sudah sepatutnya dijalankan sesuai dengan standar operasional,” tandasnya.
Editor: Erwin