Infrastruktur yang menjadi akses vital menuju pusat perdagangan tersebut langsung mendapatkan atensi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan PUPR Samarinda, Hendra Gunawan mengungkapkan, informasi awal diperoleh dari laporan yang beredar di grup komunikasi dan media sosial. Menindaklanjutinya, tim teknis segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
Saat pemeriksaan ditemukan sejumlah baut pada dua bagian bawah jembatan yang hilang di beberapa titik. Meski demikian, berdasarkan penilaian teknis awal, kondisi jembatan secara keseluruhan dipastikan masih aman.
“Kami dapat laporan dari grup dan setelah dicek memang ada baut di sisi bawah yang hilang. Sesuai video yang viral, tapi secara keseluruhan jembatan masih aman,” ujar Hendra, Kamis, (12/2/2026).
Sebagai langkah tanggap darurat, tim langsung melakukan pemasangan kembali baut pada bagian-bagian yang kosong guna mencegah dampak lebih besar terhadap stabilitas struktur jembatan.
“Kami pasang kembali bautnya supaya tidak ada kejadian yang lebih parah,” kata dia.
PUPR Samarinda juga mempertimbangkan untuk melakukan kajian struktur lanjutan guna memastikan kelayakan jembatan dalam jangka panjang. Hal tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pimpinan setelah penanganan awal rampung.
“Kami coba protektif dulu. Nanti kalau perlu kajian struktur akan kami lakukan karena belum tahu hilangnya sudah berapa lama,” jelasnya.
Terkait jumlah baut yang hilang serta potensi kerugian materiil, pihak UPTD masih melakukan pendataan lebih rinci. Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan dalam beberapa hari ke depan, termasuk mengecek kondisi di bagian dalam konstruksi jembatan.
Selain perbaikan teknis, PUPR tengah menyiapkan langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memperketat atau membatasi akses ke area bawah jembatan.
“Nanti kami cari solusi supaya tidak ada akses orang masuk ke situ. Mungkin dibuat pagar atau cara lain,” tutupnya.
Editor: Erwin