Peresmian yang dipusatkan di IPA Berambai, Kecamatan Samarinda Utara ini, merupakan langkah strategis untuk memeratakan distribusi air bersih di wilayah yang selama ini belum terlayani secara optimal.
Adapun lima instalasi yang diresmikan meliputi IPA Berambai, IPA Bendang 2, IPA Gunung Lingai 3, IPA Tirta Kencana 7, dan IPA Loa Kumbar.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur air bersih ini dilakukan secara berkesinambungan dengan menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.
Menurutnya, proyek ini adalah jawaban atas aspirasi masyarakat yang telah menanti layanan air bersih selama bertahun-tahun.
“Kita secara bertahap melakukan pekerjaan yang bisa mengatasi memenuhi kebutuhan akan air bersih bagi masyarakat,” ujar Andi Harun usai peresmian, Rabu (11/2/2026).
Ia mengakui bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan secara serentak dalam waktu singkat. Hal ini dikarenakan anggaran daerah harus dialokasikan secara proporsional ke berbagai sektor pembangunan lainnya.
“Karena kita sadar memang tidak bisa kita laksanakan dalam satu tahun atau dua tahun anggaran sekaligus tentu karena latar belakang keterbatasan fiskal kita untuk membiayai semua sektor dalam waktu bersamaan,” ungkapnya.
Salah satu fokus utama adalah IPA Berambai yang kini beroperasi dengan kapasitas produksi 30 liter per detik. Kapasitas tersebut diproyeksikan mampu melayani hingga 3.000 sambungan rumah (SR) di kawasan yang puluhan tahun aliran airnya tak optimal.
“Puluhan tahun di Berambai ini tidak merasakan air bersih, kita sudah alirkan kapasitas 30 liter per detik itu artinya instalasi kita yang baru ini mampu memenuhi sambungan 3.000,” jelas Andi Harun.
Meskipun kebutuhan di wilayah Berambai telah terpenuhi, pemerintah tidak berhenti di situ. Rencananya, jangkauan distribusi akan diperluas pada tahun depan hingga ke kawasan Batu Besaung dan Bayur.
Program perluasan jaringan pipa sekunder ini diperkirakan membutuhkan alokasi anggaran sekitar Rp5 miliar hingga Rp7 miliar.
“Karena produksi kita di sini jauh lebih besar daripada kebutuhan di Berambai,” imbuhnya.
Kendati demikian, pemerintah tetap akan melakukan pemantauan berkala mengingat permintaan air bersih di kawasan tersebut yang terus melonjak.
“Secara bertahap kita terus evaluasi kekurangan kita, kita perbaiki secara bertahap,” tandasnya.
Editor: Erwin