Kejadian tersebut dilaporkan oleh warga karena dinilai membahayakan bangunan rumah serta akses jalan di kawasan perumahan tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian bersama unsur kelurahan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
BPBD melakukan mitigasi serta identifikasi awal guna memastikan dampak yang ditimbulkan dan potensi risiko tanah longsor.
Dari hasil pengecekan di lapangan menunjukkan adanya dua bangunan rumah yang terdampak langsung akibat pergerakan tanah. Selain itu, dua bangunan lainnya berada dalam kondisi berisiko dan perlu mendapat perhatian serius.
“Dua rumah terdampak langsung dan ada dua bangunan lain yang berpotensi ikut terdampak. Ini yang harus kita waspadai bersama,” ujar Suwarso pada Minggu (8/2/2026).
Ia menambahkan, BPBD telah mengevakuasi satu keluarga yang terdiri dari dua kepala keluarga ke tempat yang lebih aman. Sebagai bagian dari penanganan awal, BPBD menurunkan Tim Reaksi Cepat serta analis bencana untuk mengkaji penyebab kejadian tersebut.
“Dugaan kuat pergerakan tanah disebabkan oleh curah hujan yang tinggi serta kondisi bagian bawah jalan yang kosong dan tidak dilakukan penurapan yang kuat,” jelasnya.
Untuk penanganan jangka pendek, BPBD menutup area rawan dengan terpal guna mencegah pergerakan tanah lanjutan. Selanjutnya, BPBD akan mengeluarkan advice teknis kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkait penanganan permanen setelah perumahan ini diserahkan ke pemkot.
“Langkah ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang, mengembalikan fungsi jalan, serta memberikan rasa aman bagi warga, termasuk dari sisi psikologis,” tutupnya.
Editor: Erwin