Sahrudin, warga RT 36 yang berada di lokasi kejadian kepada Korankaltim.com menjelaskan, pergerakan tanah mulai dirasakan sejak malam hari setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut beberapa hari lalu. Menurutnya, tanda-tanda awal berupa retakan tanah sudah terlihat sebelum akhirnya terjadi longsor.
“Sekitar jam sembilan malam tiba-tiba tanahnya bergerak, muncul retakan-retakan, lama-lama tanahnya longsor. Pas benar-benar ambrol itu sekitar jam setengah sepuluh malam,” ujar Sahrudin.
Hingga saat ini ada dua rumah yang terdampak langsung akibat kejadian tersebut. Kedua rumah tersebut masih ditempati oleh warga saat peristiwa terjadi, namun telah dilakukan evakuasi.
“Ada dua rumah yang terdampak, ada penghuninya. Dua kepala keluarga sudah dievakuasi keluar demi keselamatan,” sebut Sahrudin lagi.
Sahrudin berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat segera melakukan penanganan. “Harapan kami semoga BPBD cepat menangani dan pemerintah kota bisa segera memperbaiki kondisi di sini,” tambahnya.
Sementara Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Samarinda Muhammad Randa mengakui adanya insiden tanah bergerak di lokasi tersebut dan mereka langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendataan awal. “Saat ini terjadi insiden tanah bergerak di Perumahan BPK, menurut keterangan warga sekitar jam setengah sepuluh malam tanah mulai bergerak,” jelas Randa.
Selain dua rumah yang terdampak, terdapat empat rumah lain yang berada di bawah lereng tebing dan berpotensi terancam. “Saat ini kami mengambil data sementara dan menghimbau warga untuk tetap waspada. Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait agar besok segera ditindaklanjuti,” ucap Randa lagi.
Editor: Aspian Nur