Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, Suparmin mengungkapkan bahwa pemasangan CCTV baru saat ini terkendala kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami penyesuaian anggaran.
Karena itu, pemerintah mengambil langkah kolaboratif antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mempercepat pengawasan di titik rawan.
Diskominfo dan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda pun kini mengoptimalkan pemanfaatan perangkat cadangan yang tersedia.
“Kita pakai spare alat (perangkat cadangan) yang ada di sini, biasa kita punya sparepart (suku cadang) untuk penggantian dan lain-lain,” ujar Suparmin.
Sebagai langkah awal, pengawasan difokuskan di Jembatan Achmad Amins dengan memasang kamera di dua titik akses keluar masuk yang dinilai paling rawan.
“Pelaku mungkin mereka menjual Rp1 atau Rp2 juta dari kabel itu, tapi kita sampai Rp3 miliar untuk pengadaan kabelnya itu,” terangnya.
Selain memasang unit tambahan, Diskominfo juga menyesuaikan sudut pandang kamera yang sudah ada agar lebih fokus pada area luar pagar jembatan, terutama jalur-jalur yang berpotensi menjadi akses pelaku pencurian. Setelah sistem pengawasan siap, Dishub Samarinda akan melanjutkan proses pengadaan kabel pengganti.
Program pengamanan aset ini dipastikan tidak hanya terbatas pada Jembatan Achmad Amins, melainkan akan diperluas secara bertahap ke jembatan lain serta fasilitas kota lainnya.
“Bukan hanya jembatan, tapi juga jalan dan median yang memiliki aset pemerintah akan dipasang CCTV secara bertahap,” tandasnya.
Editor: Erwin