Uji tersebut dilakukan setelah jembatan yang menghubungkan kecamatan Sungai Kunjang dan Kecamatan Samarinda Seberang ditabrak oleh kapal tongkang yang melintas di bawah jembatan tersebut. Diketahui rencana penutupan total tersebut akan di mulai sejak pukul 08.00 WITA pagi hingga 14.00 WITA sore.
Kepala Bidang Bina Marga PUPR-PERA Kaltim Muhran menyampaikan, pengujian ini merupakan tindak lanjut atas insiden ketiga kalinya Jembatan Mahulu tertabrak. Sehingga diperlukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kondisi struktur jembatan tetap aman.
“Besok kami kembali melakukan pengujian Jembatan Mahulu dengan metode yang sama seperti sebelumnya, yaitu uji beban dinamis dan NDT. Ini untuk memastikan kondisi struktur jembatan benar-benar aman bagi masyarakat,” ujar Muhran, Selasa (3/2/2026).
Sebelumnya jembatan tersebut sempat ditutup selama dua hari. Namun setelah dilakukan pengaturan lalu lintas, pemasangan portal, serta mempertimbangkan kondisi kemacetan di dalam kota, jembatan kembali dibuka. Meski demikian, demi keselamatan aset dan pengguna jalan, penutupan total pada hari Rabu kembali dilakukan selama pengujian berlangsung.
"Selama penutupan, seluruh jenis kendaraan dilarang melintas, mulai dari kendaraan roda dua (R2) hingga angkutan barang berat roda enam (R6) ke atas," kata Muhran.
Khusus kendaraan berat agar tetap berada di pool, tempat parkir, atau bengkel masing-masing perusahaan. “Roda dua dan roda empat juga tidak diperbolehkan melintas karena dikhawatirkan dapat mengganggu proses pengujian dan keselamatan struktur jembatan,” ucapnya.
Pengaturan lalu lintas dan rute alternatif menurut Muhran, telah disosialisasikan oleh Dinas Perhubungan melalui berbagai kanal informasi, termasuk media sosial. Masyarakat juga diimbau untuk mengikuti arahan petugas di lapangan.
Editor: Aspian Nur