memastikan progres penanganan pasca insiden penabrakan jembatan yang sempat menjadi perhatian publik selama hampir satu tahun terakhir.
Sabaruddin mengungkapkan rasa syukurnya karena proses penanganan akhirnya memasuki tahap nyata, ditandai dengan dimulainya pemancangan oleh pihak vendor.
Menurutnya, proses panjang yang dilalui tidak terlepas dari berbagai dinamika, mulai dari mekanisme tender hingga pengurusan asuransi. “Alhamdulillah, hari ini terjawab sudah. Setelah hampir satu tahun sejak kejadian pada Februari lalu, kita menyaksikan bersama bahwa vendor yang lama kita tunggu akhirnya melaksanakan pembukaan dan pemancangan. Ini bukan proses yang mudah,” kata Sabaruddin.
Pengembalian aset strategis seperti Jembatan Mahakam ke kondisi optimal merupakan tanggung jawab besar mengingat jembatan tersebut merupakan aset Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) sekaligus jalur vital masyarakat.
Sabaruddin memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam penyelesaian persoalan tersebut, antara lain KSOP, Pelindo, Pemprov Kaltim, serta pihak perusahaan penabrak yang dinilai telah menunjukkan tanggung jawabnya. “Kami dari DPRD memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak terkait. Ini bentuk komitmen bersama. Mudah-mudahan kejadian penabrakan aset seperti ini adalah yang terakhir,” ucapnya.
Namun dirinya juga menyoroti masih terjadinya insiden penabrakan jembatan dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, dalam rentang akhir tahun hingga awal Januari, tercatat sudah tiga kali kejadian serupa. “Memang ini ada unsur human error. Karena itu kami terus mengingatkan instansi terkait agar benar-benar memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan,” jelas Sabaruddin lagi.
Upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan DPRD atau pemerintah semata tapi memerlukan dukungan semua pihak yang terlibat dalam aktivitas pelayaran dan pengelolaan transportasi sungai.
Politisi Gerindra itu menilai dimulainya pemancangan sebagai bukti nyata komitmen perusahaan dalam menyelesaikan kewajibannya.
Informasi yang diterima DPRD juga menyebutkan selama waktu yang cukup lama sebelumnya, belum ada pergantian maupun progres signifikan hingga kepemimpinan baru di DPRD berjalan sekitar satu tahun terakhir. “Hari ini kami melihat langsung bukti komitmen itu. Ini yang terus kami dorong melalui komunikasi dan pengawasan,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur