Antrean terjadi pasca diberlakukannya portal pembatas tinggi kendaraan di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), sehingga kendaraan besar dialihkan dan diatur melalui rekayasa lalu lintas di Jembatan Mahakam IV.
Rekayasa ini dilaksanakan pada hari pertama sejak Kamis pukul 22.00 WITA hingga Jumat (30/1/2026) pagi tadi pukul 05.00 WITA.
Satlantas Polresta Samarinda menerapkan sistem buka tutup jalur guna mengurai kepadatan dan menjaga kelancaran arus kendaraan besar yang melintas.
Kanit Turwali Satlantas Polresta Samarinda, Iptu Ismail Marzuki, mengatakan bahwa hingga dini hari, rekayasa lalu lintas masih diberlakukan di sejumlah titik, khususnya di kawasan Jembatan Mahakam IV.
"Pantauan kami malam ini dari Satlantas Polresta Samarinda. Berdasarkan laporan di sejumlah titik dalam kota, hingga saat ini masih diberlakukan rekayasa lalu lintas di beberapa lokasi,” ujarnya saat ditemui di lokasi dini hari tadi.
IPada pukul 01.24 WITA, sistem buka tutup masih berjalan sesuai perintah langsung dari Kasat Lantas Polresta Samarinda. Kendaraan dengan muatan sekitar 20 ton masih diperbolehkan melintas melalui jalur yang telah ditentukan.
“Terkait kendala, saat ini kami masih melakukan simulasi terhadap pergerakan kendaraan di lapangan,” jelasnya.
Kendala utama ditemukan pada kendaraan kontainer 40 feet yang kesulitan melintas di tikungan menuju arah Kompi karena kondisi jalan yang tidak lurus dan lebar jalan yang belum memadai. Sementara itu, kontainer 20 feet masih dapat melintas, sehingga petugas menerapkan sistem buka tutup sekitar 15 menit secara situasional.
Hingga mendekati pukul 02.00 WITA, kondisi lalu lintas di dalam kota terpantau relatif lengang. Antrean kendaraan besar dari arah kota hanya mencapai kawasan Masjid Karang Asam.
Untuk pengamanan, petugas gabungan dari Satlantas Polresta Samarinda, Dishub Provinsi, Dishub Kota, serta ALFI diterjunkan di lapangan. Ismail mengimbau masyarakat untuk bersabar dan menghindari penyeberangan malam hari selama pembatasan di Jembatan Mahulu masih berlangsung.
Editor Aspian Nur