Ia menegaskan kemajuan daerah tidak dapat hanya diukur dari pesatnya pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan, gedung, dan fasilitas publik.
Menurutnya, investasi paling strategis dan berkelanjutan justru terletak pada peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan kerja serta pembentukan karakter generasi muda Kaltim.
“Pembangunan manusia harus menjadi prioritas utama. Tanpa SDM yang berkualitas, pembangunan fisik tidak akan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Budianto menilai, peningkatan kualitas masyarakat lokal akan berdampak langsung pada kemandirian daerah.
Dengan SDM yang kompeten, Kaltim tidak lagi terlalu bergantung pada tenaga kerja dari luar daerah, melainkan mampu mengandalkan putra-putri daerah sebagai pelaku utama pembangunan.
Dia menegaskan pembangunan SDM merupakan fondasi jangka panjang yang tidak boleh diabaikan.
Menurutnya, generasi muda Kaltim harus dipersiapkan sejak dini agar mampu bersaing, berinovasi, serta memimpin pembangunan di wilayahnya sendiri.
“Kaltim tidak boleh terus menjadi penonton di tanahnya sendiri. Anak-anak muda kita harus menjadi aktor utama, bukan sekadar pelengkap,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti posisi strategis Kaltim sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Kondisi tersebut, kata dia, menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan serius.
Tanpa kesiapan SDM lokal yang unggul, masyarakat Kaltim dikhawatirkan tidak dapat menikmati manfaat optimal dari kehadiran IKN.
Dia mendorong terwujudnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, institusi pendidikan, dan sektor swasta dalam merancang pembangunan SDM yang terarah dan berkelanjutan.
Dikenal aktif menyerap aspirasi hingga ke wilayah pedalaman, Budi Bulang menaruh perhatian besar pada pemerataan pembangunan.
Ia menekankan pentingnya akses pendidikan yang merata, agar masyarakat di daerah terpencil memiliki kesempatan dan kemampuan yang setara dengan warga di kawasan perkotaan.
“Ke depan, pembangunan SDM tidak boleh hanya terpusat di kota-kota besar. Daerah pelosok dan pedalaman harus ikut merasakan peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan SDM juga menjadi faktor penting dalam upaya Kaltim menuju kemandirian ekonomi.
Ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat perlu dikurangi secara bertahap dengan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang ditopang oleh masyarakat produktif dan berdaya saing.
Editor: Erwin