Ali Masud, seorang warga mengaku terpaksa melintasi genangan air saat mengantar anaknya ke sekolah.
Ali nekat melintas demi memastikan anaknya tidak terlambat, meski kondisi jalan cukup berisiko.
“Masuknya saya ini kan pulang antar sekolah, keluarnya saya nekat karena anaknya supaya sekolah,” ujar Ali saat ditemui di lokasi banjir Jalan Kenanga, Kecamatan Samarinda Kota.
Banjir di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, wilayah itu termasuk titik yang paling sering tergenang ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Paling sering di sini banjir,” katanya.
Penyebab utama banjir berasal dari gorong-gorong yang pengerjaannya belum tuntas. Proyek tersebut disebut baru dibongkar, namun belum diselesaikan sehingga aliran air tidak berjalan maksimal.
“Sebabnya ya gorong-gorong ini. Sebenarnya baru dibongkar, tapi belum sampai tuntas,” ungkapnya.
Akibat genangan air, arus lalu lintas terganggu dan pengendara terpaksa mencari jalur alternatif. Ali mengaku harus memutar lewat Gang 8 untuk menghindari jalan yang tergenang.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Samarinda Suwarso menyampaikan hujan deras sejak dini hari menyebabkan sekitar 26 titik genangan air di beberapa wilayah kota, terutama di Samarinda Utara dan Samarinda Ulu.
“Pasca hujan sekitar pukul 01.30 dini hari, mengakibatkan sekitar 26 titik genangan air di Kota Samarinda,” kata Suwarso.
Selain banjir, BPBD juga mencatat lima kejadian pohon tumbang serta dua titik longsor di wilayah Wiraguna dan Perumahan Artas. Ia memastikan seluruh kejadian telah ditangani dan beberapa titik kini sudah aman dilalui kendaraan.
Editor Aspian Nur