Diketahui, sebelumnya jembatan yang menghubungkan antara Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang dengan Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Samarinda Seberang sempat tiga kali ditabrak oleh kapal tongkang dalam waktu yang berdekatan. Terbaru insiden jembatan tersebut ditabrak terjadi pada hari Minggu (25/1/2026).
Menanggapi adanya insiden tersebut Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan saat ini fokus utama pemerintah adalah memastikan keamanan dan keutuhan jembatan sebagai aset vital daerah.
Berdasarkan informasi awal, insiden terjadi akibat dua kapal tongkang yang bertabrakan saat sedang tambat di kawasan hulu Sungai Mahakam.
“Akibat benturan tersebut, tali tambat putus dan kapal hanyut hingga menabrak jembatan,” ujar Seno Aji, Senin (26/1/2026).
Dia menyebut alasan tersebut sebagai alasan klasik dan tidak mengurangi tanggung jawab mereka.
“Yang jelas itu urusan mereka kenapa bisa bertabrakan, urusan kita adalah memastikan jembatan tetap aman,” ucapnya.
Setelah insiden tersebut Seno mengatakan, telah menahan kedua kapal yang terlibat dan meminta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk segera melakukan investigasi. Selain itu, Pelindo juga diminta turut terlibat dalam proses penanganan insiden tersebut.
Lebih lanjut, Seno menuturkan untuk sementara akses ke Jembatan Mahulu ditutup khususnya bagi kendaraan dan alat berat dengan tonase 8 ton ke atas.
Pemerintah kata dia tidak mengizinkan alat berat melintas demi menjaga struktur jembatan, sedangkan untuk kendaraan distribusi barang kebutuhan masyarakat masih diprioritaskan.
“Kalau mau lewat Kutai Kartanegara silakan. Yang jelas, alat berat kita batasi karena peruntukannya sebagian besar ke tambang,” terangnya.
Seno Aji menegaskan, dalam menindaklanjuti persoalan ini Pemprov Kaltim akan menempuh jalur hukum, baik pidana maupun perdata. Gugatan perdata akan diarahkan pada tuntutan ganti rugi atas kerusakan akibat penabrakan kepada perusahaan pemilik kapal.
“Sementara pidana terkait dugaan kelalaian dalam pengamanan kapal tongkang,” tutupnya.
Editor: Erwin