Korban diduga tenggelam saat bermain di belakang rumahnya yang berada di dekat tepian sungai.
Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, menjelaskan bahwa laporan kejadian membahayakan manusia tersebut diterima Basarnas sekitar pukul 11.00 WITA.
Usai menerima informasi, tim SAR gabungan langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian.
“Korban dilaporkan bermain di sekitar sungai. Berdasarkan keterangan keluarga, nenek korban melihat posisi korban sudah tenggelam,” ujar Mardi.
Pada hari pertama pencarian, tim SAR gabungan memfokuskan upaya pada penyelaman di lokasi kejadian perkara (LKP) serta penyisiran di sekitar area menggunakan alat bancing tradisional (fisher) yang dibantu oleh kearifan lokal masyarakat setempat.
“Untuk hari ini kami lakukan satu sorti penyelaman. Apabila kondisi tidak memungkinkan dan korban belum ditemukan, maka kami akan melakukan metode pencarian lanjutan sesuai prosedur,” jelasnya.
Mardi menyebutkan, sesuai Standar Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR), proses pencarian akan dilakukan hingga 7 hari.
Jika korban tidak ditemukan melalui penyelaman, pencarian akan diperluas dengan penyisiran di sekitar LKP hingga ke arah hilir Sungai Mahakam, mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus.
Dalam operasi ini, Basarnas menurunkan enam personel, yang didukung oleh unsur TNI, Polri, relawan, masyarakat, serta keluarga korban. Ia pun berharap seluruh upaya yang dilakukan dapat membuahkan hasil.
“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar korban dapat segera ditemukan,” pungkasnya.
Editor: Erwin