Ketua Panitia Peringatan Harlah Satu Abad NU, PWNU Kaltim, Boechari Noer, mengatakan persiapan kegiatan saat ini telah mencapai sekitar 95 persen. Secara umum seluruh rangkaian acara sudah siap, tinggal menyelesaikan beberapa hal teknis.
“Yang masih menunggu kepastian hanya jadwal kepulangan Kiai Asep selaku Ketua Umum PP Pergunu, apakah kembali pada Sabtu malam atau Minggu. Selebihnya, seluruh persiapan sudah siap,” ujar Boechari, Minggu (25/1/2026).
Terkait jumlah jemaah, Boechari menyebut antusiasme warga NU sangat tinggi. Hingga saat ini, jemaah yang ter data hampir mencapai 3.000 orang. Namun demikian, jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena banyak warga NU yang hadir tanpa proses pendaftaran.
“NU ini sangat luas, ada struktural, ada kultural. Yang kultural ini tidak bisa dibatasi dan tidak semuanya ter data,” ucapnya.
Dia menegaskan, seluruh elemen NU akan terlibat dalam kegiatan ini, mulai dari badan otonom (banom), lembaga, jemaah, hingga pondok pesantren. Kehadiran mereka ucap Boechari, mencerminkan kuatnya kebersamaan warga NU lintas latar belakang.
Lebih lanjut, saat disinggung pemilihan IKN sebagai lokasi peringatan Harlah Satu Abad NU, Boechari menyatakan, bukan tanpa alasan. Gagasan tersebut menurutnya telah muncul sejak dua tahun lalu, dan diinisiasi oleh Rois Syuriah PWNU Kaltim, KH Muhammad Ali Kholil.
“IKN dipandang sebagai kota masa depan. NU ingin ikut mendukung dan mengawal pembangunannya, sekaligus memperkuat syiar Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Kalimantan Timur,” katanya.
Dalam rangkaian Harlah, Boechari menjelaskan sebelumnya telah digelar kegiatan spiritual berupa napak tilas dan simbolisasi penyerahan tongkat serta tasbih sebagai isyarah berdirinya NU.
"Selain itu, juga diadakan ziarah muassis dari Bangkalan, Jombang, hingga Surabaya sebagai bentuk tabarrukan dan penguatan sanad perjuangan NU," tuturnya.
Memasuki usia satu abad, Boechari menegaskan NU akan tetap konsisten menjalankan dua tanggung jawab utamanya, yakni menjaga dan mengembangkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Dua tanggung jawab ini harus sejalan, dan NU akan terus istikamah menjalankannya tanpa batas,” tegasnya.
Kemudian Boechari mengimbau, seluruh jemaah yang hadir untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan selama kegiatan berlangsung. Jemaah diminta hadir dengan niat ikhlas, tertib berlalu lintas, serta tidak membuang sampah sembarangan.
“Imbauan ini sudah kami sampaikan secara resmi melalui cabang-cabang dan PAC sejak sekitar 10 hari lalu,” pungkasnya.
Editor: Erwin