Kegiatan berlangsung sejak tanggal 22 Januari lalu dan berakhir 25 Januari besok di Gelora Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, diikuti 200 peserta yang berasal dari sembilan pimpinan cabang kabupaten/kota se-Benua Etam.
Ketua PW GP Ansor Kaltim Murjani menjelaskan, para peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari 40 orang kader Ansor yang mengikuti PKL, sisanya 160 orang merupakan kader Banser yang mengikuti Susbalan.
"Kegiatan PKL dan Susbalan ini tentunya merupakan jenjang kaderisasi lanjutan yang bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan kader dalam mengemban amanah organisasi," ujar Murjani kepada Korankaltim.com disela acara Sabtu (24/1/2026).
Secara struktur, lulusan PKL dan Susbalan setara dengan perwira menengah dalam institusi militer. “Ketika mereka sudah mengikuti PKL dan Susbalan, mereka memiliki hak dan kapasitas untuk memimpin, mulai dari tingkat ranting, anak cabang, cabang hingga ke tingkat wilayah,” ucapnya.
Kaderisasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat barisan organisasi, agar Ansor dan Banser kedepan dapat semakin solid dan siap menjawab tantangan ke depan.
Kegiatan mengusung tema besar yakni Kuatkan Barisan, Tingkatkan Pendidikan, Tahankan Pangan, merupakan bentuk komitmen organisasi untuk membangun kekuatan internal.
Dalam pelaksanaan PKL - Susbalan, PW GP Ansor Kaltim juga turut menghadirkan berbagai pemateri, baik dari internal Ansor dan Banser maupun dari luar organisasi, seperti dari kalangan sipil, serta aparat TNI dan Polri. “Tujuannya tentu untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan, kebersamaan, dan semangat persatuan sebagai sesama anak bangsa,” sebut Murjani lagi.
Diharapkan setelah para kader kembali ke daerah masing-masing mereka dapat menjadi motor penggerak organisasi di tingkat cabang dan anak cabang bahkan para kader bisa semakin solid dalam berkhidmat untuk Nahdlatul Ulama (NU) melalui Ansor dan Banser.
“Mereka diharapkan menjadi pemimpin-pemimpin baru yang lebih bersemangat, lebih matang, dan mampu menguatkan peran Ansor dan Banser di seluruh Kaltim,” tutup Murjani.
Editor: Aspian Nur