Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan wilayah Kota Tepian sebenarnya masih berada dalam periode musim hujan hingga akhir Januari 2026.
Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda tetap berada pada status siaga.
Kewaspadaan saat ini difokuskan pada potensi bencana hidrometeorologi, terutama hujan lebat yang dapat disertai angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Samarinda Suwarso mengatakan, meski intensitas hujan tidak selalu tinggi, risiko cuaca ekstrem masih perlu diantisipasi. Sebagai langkah konkret, pihaknya telah menyiagakan personel dan infrastruktur pendukung.
“Kami mempersiapkan posko siaga bencana hidrometeorologi. Alat berat juga terus bekerja untuk normalisasi drainase,” kata Suwarso.
Upaya kewaspadaan dilakukan di sejumlah titik rawan, salah satunya di Kecamatan Palaran yang dalam sepekan terakhir menjadi fokus penanganan. Pihaknya memastikan langkah mitigasi tetap berjalan meski tidak terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut.
Selain kesiapsiagaan personel dan peralatan, masyarakat juga diingatkan agar tetap waspada terhadap potensi genangan. Imbauan kewaspadaan telah disampaikan oleh BMKG dan diperkuat melalui peran media massa.
Di sisi lain, BPBD juga memberi perhatian pada wilayah rawan longsor. Pada 2026 ini, pemasangan rambu peringatan kembali dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi untuk meminimalisir risiko bagi masyarakat yang tinggal di area perbukitan.
Suwarso mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika terjadi situasi darurat, agar penanganan di lapangan dapat dilakukan lebih cepat.
“Untuk daerah rawan longsor, kami mengikuti rambu kewaspadaan longsor. Tahun ini alhamdulillah ada pengadaan lagi untuk rambu tersebut,” tandasnya.
Editor: Erwin