Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai waktu pembangunan fisik karena seluruh proses masih berada pada tahap pra-perencanaan.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani menyebut pihaknya tengah memantapkan data internal, termasuk mencocokkan jumlah pedagang yang benar-benar aktif beraktivitas di kawasan pasar tersebut.
“Kami akan koordinasikan lagi ke internal untuk pemantapan data,” ungkap Nurrahmani yang akrab disapa Yama.
Pendataan tersebut tidak hanya menyasar pemilik Surat Keterangan Tempat Usaha Berjualan (SKTUB), tetapi juga para pedagang kaki lima (PKL). Berdasarkan hasil pendataan sementara, jumlah pedagang riil di Pasar Segiri tercatat lebih dari 2.000 orang, di luar pedagang subuh.
Yama menjelaskan pedagang subuh umumnya merupakan orang yang sama dengan pedagang jam reguler, sehingga tidak dapat dihitung ganda.
“Jadi tidak bisa kita double (sekaligus), datanya yang di kawasan Jalan Perniagaan juga di luar data. Kita hanya di kawasan pasar,” terangnya.
Setelah rampung, data tersebut tidak langsung menjadi dasar pembangunan, melainkan harus melalui proses reviuw oleh inspektorat. Hingga kini, Disdag Samarinda belum menetapkan target waktu pasti terkait penyelesaian tahap tersebut.
“Pendataannya harus matang supaya pasar benar-benar hidup,” tegas Yama.
Ia menambahkan, fase pra-perencanaan ini tidak hanya menghitung jumlah kios, tetapi juga mempertimbangkan struktur bangunan yang mampu mendukung aktivitas perdagangan secara optimal.
Terkait kemungkinan dimulainya pembangunan fisik tahun ini, Yama belum dapat memberikan kepastian.
“Saya belum tahu, inginnya Pak Wali menyatakan segera lakukan, terus koordinasi supaya hasilnya betul-betul maksimal,” tandasnya.
Editor: Erwin