Pengurus Kapal Wisata Pesut Bentong, Muhammad Taufik mengungkapkan bahwa peristiwa ini merupakan yang pertama kalinya dialami sepanjang masa operasional tanpa ada unsur kesengajaan.
“Saya juga kaget, biasanya kalau ada kabel pasti ada tandanya, kemarin sama sekali tidak ada,” ujar Taufik pada Rabu (21/1/2026).
Taufik menjelaskan, posisi kabel yang melengkung ke bawah menyulitkan deteksi dari atas kapal. Mengingat dimensinya yang cukup besar, awak kapal sengaja mengambil jalur tengah alur sungai untuk menghindari sisi pinggiran demi keamanan navigasi.
Benturan tersebut mengakibatkan kerusakan pada tiang lampu dan sistem radio komunikasi kapal, sehingga operasional dihentikan sementara untuk perbaikan.
Taufik memastikan koordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, serta PLN setempat telah berjalan guna menyelesaikan dampak kejadian. “Rencananya Sabtu ini jalan lagi, tapi tergantung keputusan pemilik kapal,” lanjutnya.
Ia pun menyadari kerugian warga Desa Jantur akibat terputusnya aliran listrik dan jaringan komunikasi, sembari berharap penanganan teknis dari PLN dapat segera memulihkan kondisi lapangan.
Sementara itu, Pengawas Dermaga Pasar Pagi Samarinda, Melinda membenarkan rute keberangkatan kapal milik pihak swasta tersebut.
Meski berstatus milik perorangan, pihaknya memastikan tetap melakukan pengawasan rutin terhadap standar keselamatan penumpang.
“Kami rutin melakukan pengawasan. Untuk perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung dan APAR (Alat Pemadam Api Ringan), sejauh ini dalam kondisi aman,” singkat Melinda.
Editor: Erwin