Hal ini diungkapkan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Dinvi Kurniadi. Menurutnya, penyesuaian fiskal ini membuat agenda perayaan tidak lagi digelar seperti tahun-tahun sebelumnya.
Tahun ini, peringatan hanya akan difokuskan pada rapat paripurna di DPRD Kota Samarinda yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Januari pukul 10.00 WITA.
“Dengan adanya efisiensi anggaran, kegiatan yang bersifat seremoni nyaris semua ditunda. Tahun ini murni hanya rapat paripurna saja,” ujar Dinvi pada Selasa, (20/1/2026) sore.
Sejumlah agenda rutin yang biasanya menjadi tradisi tahunan dipastikan absen dalam jadwal kali ini. Kegiatan tersebut meliputi upacara bendera, ziarah ke Taman Makam Pahlawan dan makam Daeng Mangkona, jalan santai, hingga perlombaan di tingkat kelurahan.
Selain itu, gelaran akbar Samarinda Festival yang biasanya menjadi puncak acara juga ditiadakan.
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan hasil pembahasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sejak tahun lalu sebagai bentuk komitmen terhadap penghematan fiskal daerah.
“Anggaran HUT memang tidak diplot, yang kita anggarkan hanya untuk rapat paripurna. Di kecamatan dan kelurahan juga tidak ada,” jelasnya.
Atas kondisi ini, pemerintah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang biasanya berpartisipasi dalam semarak hari jadi kota.
“Mari tetap mendukung Samarinda melalui pembangunan dan menjaga kebersihan, tidak hanya saat HUT tetapi setiap waktu,” pungkasnya.
Editor: Erwin