Warga setempat menyebutkan penampakan buaya sudah terjadi sejak Desember 2025 dan berlangsung berulang kali. Tidak hanya satu ekor, setidaknya dua ekor buaya dengan ukuran berbeda kerap terlihat muncul ke permukaan air lintasan dayung.
Seorang warga, Mardi, menjelaskan bahwa buaya sering terlihat di pinggiran lintasan pada waktu tertentu.
“Sudah dari Desember kelihatan. Awalnya satu, tapi belakangan sering muncul dua ekor. Biasanya kelihatan di pinggir lintasan,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
Kondisi tersebut membuat masyarakat memilih menjauh dari kawasan track dayung. Berbagai aktivitas, seperti olahraga air dan kegiatan harian warga, tidak lagi dilakukan karena kekhawatiran akan potensi serangan buaya.
Sebagai langkah antisipasi, spanduk peringatan bahaya telah dipasang di beberapa titik sekitar lintasan. Lintasan dayung yang sebelumnya digunakan sebagai sarana latihan atlet kini tampak sepi dan kurang terawat, dengan gulma yang mulai tumbuh di area perairan.
Sementara itu, Camat Samarinda Utara, Joni, menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Untuk sementara kami mengimbau warga agar tidak mendekati lokasi lintasan dayung. Saat ini kawasan tersebut masih dalam pemantauan sambil menunggu penanganan lebih lanjut,” pungkasnya.
Editor: Erwin