Sony, seorang sopir truk mengaku penutupan tersebut cukup mengganggu aktivitas pengiriman barang..
Sejak pagi hari dirinya sudah menunggu tanpa kepastian waktu pembukaan kembali jembatan.
“Dari jam 10 tadi sih kami sudah nunggu, dari pergudangan mau arah Balikpapan, antar barang,” ujar Sony di lokasi kepada Korankaltim.com.
Jembatan Mahulu merupakan jalur utama yang biasa ia lalui. Ia juga mengaku tidak mendapatkan informasi sebelumnya terkait penutupan jembatan tersebut.
Jalur alternatif melalui Tenggarong memang tersedia, namun jaraknya lebih jauh dan berdampak pada waktu tempuh serta biaya operasional. Menurutnya, kondisi itu turut memengaruhi tarif pengiriman.
“Kalau lewat sana kan jauh, setengah jam lebih. Tarif kami juga otomatis berubah,” ucap Sony.
Sementara Joni, pengendara sepeda motor yang kerap melintasi Jembatan Mahulu, mengaku baru mengetahui penutupan saat tiba di lokasi. Ia mengatakan awalnya hendak melintas seperti biasa.
“Saya mau lewat aja, sampai sini ternyata sudah ditutup. Dari jam 11-an tadi,” ucap Joni.
Meski belum mengetahui secara pasti alasan penutupan, Joni menilai pemeriksaan jembatan perlu dilakukan demi keselamatan bersama. Ia memilih menunggu karena lokasi kerjanya berada tidak jauh dari jembatan.
“Saya kerja dekat sini saja, jadi mending nunggu,” pungkasnya.
Penutupan Jembatan Mahulu dilakukan sebagai langkah memastikan keamanan struktur jembatan pasca insiden tabrakan ponton batu bara.
Editor: Aspian Nur