Uji beban ini dilakukan setelah terjadinya dua kali insiden kapal tongkang pengangkut batu bara yang menabrak Jembatan Mahulu baru-baru ini.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PERA Provinsi Kaltim, Muhran, menyampaikan bahwa pengujian tersebut meliputi uji beban statis, uji dinamis, serta uji Non Destructive Test (NDT). Untuk memastikan kondisi struktur jembatan tetap aman pasca insiden penabrakan fender dan pilar.
“Pelaksanaan uji beban dimulai pukul 10.00 WITA sampai selesai. Perkiraan waktu sekitar empat jam, mudah-mudahan bisa lebih cepat,” ujar Muhran, Jumat (16/1/2026).
Dia menjelaskan, pengujian ini penting untuk memastikan kondisi struktur atas dan bawah jembatan tetap dalam keadaan sehat dan aman untuk dilalui. Hasil uji beban diharapkan menjadi dasar pengambilan langkah lanjutan ke depan.
“Selama pelaksanaan uji beban, kita juga mengimbau masyarakat untuk mendukung kelancaran kegiatan dengan menghindari melintas di Jembatan Mahulu,” ucapnya.
Kendaraan berat kata dia, diminta untuk memarkirkan kendaraannya di kantong parkir yang tersedia, sedangkan kendaraan kecil dan roda dua diimbau menggunakan jalur alternatif.
“Dalam mengantisipasi hal ini kita juga sudah berkoordinasi dengan Lalu Lintas Polresta Samarinda dan Dinas Perhubungan untuk pengaturan arus lalu lintas,” tutupnya.
Editor: Erwin