Ia menegaskan, pemerintah daerah telah menyediakan fasilitas yang layak dan aman untuk menyalurkan minat serta bakat di bidang otomotif.
Yenni menyoroti keberadaan Sirkuit Tanah Paser yang dinilainya memiliki kualitas sangat baik dan bahkan masuk dalam jajaran sirkuit terbaik di Kaltim.
Sirkuit tersebut sudah dapat dimanfaatkan untuk berbagai ajang balap motor resmi, meskipun masih memerlukan sejumlah fasilitas pendukung tambahan.
“Paser sebenarnya sudah memiliki sirkuit yang representatif. Saya berharap para pecinta balap motor bisa menggunakan sarana ini secara maksimal, sehingga tidak lagi melakukan balapan di jalan raya yang berisiko tinggi,” kata Yenni, Jumat (16/1/2025).
Dirinya juga memberikan apresiasi terhadap kemampuan Kabupaten Paser dalam menyelenggarakan kejuaraan balap motor yang dinilai semakin profesional dari tahun ke tahun.
Hal ini, lanjutnya, menunjukkan kesiapan Paser untuk berkembang sebagai salah satu pusat kegiatan otomotif di Kaltim.
Yenni menambahkan, pengembangan dunia balap motor di Paser akan berjalan lebih optimal apabila mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Paser, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim komunitas otomotif, serta DPRD di tingkat kabupaten dan provinsi dinilai sangat penting untuk menciptakan ekosistem balap yang sehat dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan sirkuit yang memadai tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyalurkan hobi, tetapi juga sebagai wadah pembinaan atlet balap muda daerah.
Dengan adanya kompetisi yang terorganisir dan sesuai standar keselamatan, para pembalap lokal dapat mengasah kemampuan dan meningkatkan prestasi secara berjenjang.
Antusiasme masyarakat pada ajang Paser Cup Race Open 2025 menjadi bukti bahwa potensi atlet balap lokal di Bumi Daya Taka sangat besar.
“InsyaAllah, kegiatan ini akan kembali digelar pada 2026 dan dapat menjadi momentum pembinaan berkelanjutan bagi pembalap daerah,” tutupnya.
Editor: Erwin