“Terjadi pergerakan pada slab on pile akibat pergeseran tanah disposal yang dipicu intensitas hujan cukup tinggi, sehingga kami langsung mengamankan dan melakukan perbaikan,” ujarnya dikutip dari Antaranews, Senin (12/1/2026).
Penurunan struktur dengan panjang mencapai 82,5 meter pada Segmen Karang Joang–Kariangau terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan ekstrem sejak Rabu sore hingga Kamis (8/1/2026) pagi.
Seluruh biaya perbaikan permanen akan ditanggung sepenuhnya oleh penyedia jasa pelaksana proyek, mengingat insiden ini terjadi pada masa konstruksi.
Perbaikan permanen ditargetkan rampung pada Maret 2026, sehingga ruas tol strategis tersebut siap melayani masyarakat pada momen Idul Fitri.
“Kami memastikan perbaikan dilakukan menyeluruh dan sesuai standar keselamatan karena target Maret 2026 bukan sekadar selesai, tetapi benar-benar aman dan layak difungsikan,” tambah Kepala BBPJN Kaltim, Yudi Hardiana.
Yudi tekankan, berdasarkan hasil evaluasi awal kerusakan Jalan IKN Seksi 3A2 disebabkan tingginya debit air hujan yang tidak tertahan secara optimal oleh sistem drainase menjadi faktor utama terjadinya pergeseran tanah.
Sebagai langkah penanganan jangka panjang, BBPJN Kaltim menyiapkan solusi teknis permanen berupa pembangunan crossing drain di setiap slab on pile untuk mengendalikan aliran air di bawah struktur.
Selain itu, akan dipasang energy dissipator pada saluran pembuangan serta dilakukan perbaikan subdrain guna melindungi kaki timbunan dari potensi gerusan.
Penanganan lainnya mencakup penutupan jalur aliran air terkonsentrasi yang memotong timbunan serta penyediaan jalur limpasan terarah untuk mencegah kejadian serupa terulang. (*)
Editor: Erwin