Dengan usia yang cukup tua, Damayanti menyoroti beberapa permasalahan yang masih terjadi di Kaltim. Ia mengingatkan, pertumbuhan usia layaknya pohon tua, memiliki akar yang semakin kuat.
Kaltim, diharapkan mampu semakin kokoh dalam menghadapi tantangan pembangunan.
HUT ini kata dia, harus menjadi momentum refleksi sekaligus penguat harapan agar daerah ini terus melangkah menuju kesejahteraan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Semoga masyarakatnya semakin sejahtera, adil, dan makmur. Alamnya tetap lestari dan budayanya terus terjaga,” ujar Damayanti pada Minggu (11/1/2025).
Menurut Damayanti, peringatan hari jadi daerah tidak semata menjadi agenda seremonial tahunan melainkan pengingat atas perjalanan panjang pembangunan Kaltim yang penuh dinamika.
Di usia yang kian matang, ia berharap kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta masyarakat dapat semakin solid dan terarah.
Dirinya menilai, sinergi yang kuat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan cita-cita bersama.
“Semua tingkatan, maka harapan untuk mewujudkan Kaltim yang adil, sejahtera, dan makmur akan lebih mudah tercapai,” tambahnya.
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kaltim yang membidangi kesejahteraan rakyat, Damayanti menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Dirinya menyoroti sektor pendidikan, kesehatan, serta pelestarian lingkungan sebagai aspek strategis yang harus mendapat perhatian serius.
Ia juga mengingatkan pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan pelestarian budaya berpotensi menimbulkan persoalan jangka panjang.
Oleh karena itu, mantan kegiatan Basuki Rahmat itu menilai keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian harus menjadi prinsip bersama.
Lebih lanjut, ia mengaitkan peringatan HUT ke-69 Kaltim dengan visi besar menuju terwujudnya generasi emas.
Menurutnya, keberhasilan daerah dalam membangun daya saing dan kualitas sumber daya manusia sangat bergantung pada tata kelola pemerintahan yang baik serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Menuju Kaltim yang sukses dan berdaya saing hanya bisa dicapai jika pemerintah, legislatif, dan masyarakat berjalan seiring dan saling menguatkan,” tutupnya.
Editor: Erwin