Hingga saat ini menurutnya, perencanaan kerja (Renja) dan rencana strategis (Renstra) masih disusun secara parsial oleh masing-masing OPD. Padahal banyak target pembangunan daerah yang membutuhkan kolaborasi lintas perangkat daerah agar capaian output dan outcome dapat diraih secara optimal.
“Saya sebenarnya berharap dibutuhkan Renja dan Renstra yang sifatnya terpadu dari beberapa OPD perangkat daerah untuk menyelesaikan satu persoalan,” kata Agus Kamis (8/1/2025).
“Yang ada sekarang itu kan sifatnya Renja dan Renstra masing-masing perangkat daerah saja,” imbuhnya.
Dalam praktiknya terdapat satu target capaian pembangunan yang seharusnya dikerjakan secara bersamaan oleh beberapa OPD. Namun tanpa perencanaan terpadu, pelaksanaan di lapangan berpotensi tidak berjalan simultan.
“Bisa saja Dinas A sudah mengerjakan, tapi Dinas B belum. Akhirnya tidak berbarengan, sehingga satu target yang ingin dicapai tidak bisa selesai sesuai rencana,” sebutnya.
Agusriansyah berharap Pemprov Kaltim segera menyusun peta jalan (road map) yang jelas dan terintegrasi.
Dengan adanya road map tersebut, indikator output dan outcome pembangunan akan lebih mudah diukur, terutama dalam pencapaian target lima tahunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Kalau road map-nya jelas, indikator output dan outcome itu bisa kita ukur dengan baik untuk target lima tahun RPJMD,” tutup Agus.
Editor: Aspian Nur