Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi tanpa pakaian masih lengkap dengan ari-ari, tubuhnya dipenuhi pasir dan semut di beberapa bagian.
Mariatin, warga setempat mengatakan saat tiba di lokasi kondisi sudah ramai oleh warga. Ia menyebut bayi sempat digendong oleh seorang ibu sebelum akhirnya dibersihkan dan dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Awalnya sudah banyak orang. Bayinya digendong sama ibu itu. Baru mau diambil beskom untuk dibersihkan,” ujar Mariatin.
Melihat kondisi bayi yang masih berlumuran darah dan tubuhnya bergetar, Mariatin memutuskan untuk segera membawa bayi tersebut ke bidan terdekat.
“Saya bilang enggak usah lama-lama, ayo saya yang bawa. Bayinya masih gemetar, darahnya masih basah, jadi saya larikan ke bidan,” katanya.
Bayi ditemukan di parit dalam kondisi lengkap, tanpa pakaian apa pun. Ia menduga bayi tersebut baru saja dilahirkan.
“Kondisinya sehat, cuma banyak pasir. Di kepala dan mulut ada pasir, sudah ada semut juga. Ari-arinya lengkap,” ungkap Marliatin.
Sementara itu Ketua RT 110 Nuril Fahmi mengakui adanya penemuan bayi tersebut sekitar pukul 06.00 WITA. Menurutnya, bayi pertama kali ditemukan oleh pemilik rumah yang mendengar suara tangisan dari arah parit. “Kurang lebih jam enam pagi tadi. Pemilik rumah dengar suara bayi dari parit,” ujar Nuril Fahmi.
Bayi ditemukan tanpa pakaian dan masih dalam kondisi baru lahir. “Masih telanjang, tidak ada pakaian sama sekali. Kepalanya masih ada pasir, ari-arinya masih nempel,” katanya.
Setelah ditemukan, warga langsung membersihkan bayi dan membawanya ke Klinik Aminah Amin untuk mendapatkan perawatan medis. “Sekarang bayinya sudah dibawa ke Klinik Aminah Amin,” tutup Nuril Fahmi.
Hingga kini warga setempat mengaku belum mengetahui siapa orangtua bayi tersebut. Aparat setempat masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait kasus ini.
Editor Aspian Nur