Pandu Sungai Mahakam, Papa Dj mengatakan praktik tambat di luar ketentuan masih kerap ditemui di lapangan.
Menurutnya, kawasan sekitar jembatan seharusnya steril dari aktivitas tambatan karena memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.
“Area sekitar Mahulu itu seharusnya steril. Tidak boleh ada pembiaran, semuanya harus tertib dan sesuai aturan,” ujar Papa Dj.
Ia menegaskan, persoalan tambatan ilegal bukan hanya pelanggaran administrasi, melainkan menyangkut profesionalisme dan keselamatan jiwa.
“Ini pekerjaan yang berisiko. Tidak bisa dikerjakan secara sembarangan. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal,” katanya.
Keluhan terkait tambatan liar juga banyak disampaikan oleh para nakhoda kapal. Mereka mengaku kesulitan bermanuver akibat padatnya tongkang yang bertambat di lokasi-lokasi terlarang, terutama di sekitar jembatan dan tikungan sungai.
Menanggapi hal tersebut, Kepala KSOP Kelas I Samarinda, Mursidi, membenarkan masih ditemukan kapal yang bertambat di luar area labuh resmi. Ia tegaskan KSOP hanya mengatur lokasi labuh yang telah ditetapkan secara legal.
“Kapal yang bertambat di luar ketentuan jelas tidak dibenarkan. Itu akan kami tindak,” tegas Mursidi.
Ia menambahkan, KSOP bersama aparat penegak hukum akan meningkatkan patroli dan pengawasan di Sungai Mahakam.
“Ke depan, akan ada penertiban dan penataan lokasi tambatan agar lebih aman dan tertib,” pungkasnya.
Editor: Erwin