Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Pertamanan, DLH Kota Samarinda, Basuni mengatakan pengelolaan kawasan Taman Bebaya terbagi dua, yakni area taman yang dikelola DLH dan sebagian lahan parkir yang menjadi kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub).
“Yang ditutup itu tempat parkir, bukan tamannya. Untuk Taman Bebaya sampai saat ini masih kami buka,” ujar Basuni, Senin (5/1/2026).
Terkait kemunculan ulat bulu, ia mengaku hama tersebut tidak ditemukan di tanaman dalam area taman, melainkan berada di pepohonan bantaran Sungai Mahakam yang bersebelahan dengan Taman Bebaya.
Meski demikian, DLH bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan penyemprotan dan pembersihan di lokasi terdampak.
“Penanganan sudah kami lakukan bersama BPBD. Dari hasil pemantauan, jumlah ulat bulu saat ini menurun dibandingkan bulan Desember,” katanya.
Basuni mengakui sejumlah pegawai yang memiliki kulit sensitif sempat merasakan dampak gatal akibat hembusan angin dari arah sungai. Namun hingga kini belum ada laporan keluhan serius dari pengunjung.
“Kalau nanti ada peningkatan keluhan, tentu kami akan evaluasi. Untuk sementara, taman tetap dibuka dengan imbauan agar pengunjung tidak terlalu dekat dengan area sungai,” pungkasnya.
Editor: Erwin