Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat sebanyak 62 kasus infeksi flu super yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia hingga akhir Desember 2025.
Dari delapan provinsi yang teridentifikasi, Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi salah satu daerah dengan jumlah temuan kasus terbanyak berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinkes Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, menyampaikan bahwa berdasarkan data resmi dari Kemenkes, Provinsi Kaltim belum termasuk wilayah yang terpapar penyakit tersebut.
“Kalau berdasarkan informasi dari Kemenkes, Kaltim belum masuk kawasan yang terpapar flu super,” ujar Jaya Mualimin, Minggu (4/1/2025).
Meski demikian, dia mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menjaga kesehatan, terutama bagi warga yang baru melakukan perjalanan, baik dari luar daerah maupun luar negeri, terlebih di momen libur akhir tahun.
“Maka dari itu kita selalu mengingatkan, bagi masyarakat yang merasa sakit atau mengalami gejala flu setelah bepergian, segera memeriksakan diri,” ucapnya.
Jaya juga menyarankan, agar masyarakat dapat segera mendatangi puskesmas, rumah sakit, atau klinik terdekat apabila mengalami gejala flu. Supaya dapat segera dilakukan pemeriksaan dan penanganan.
“Jika ternyata saat diperiksa hasilnya ialah flu super, maka dapat segera diberikan pengobatan,” tutupnya.
Editor: Erwin